Cara Mengubah PDF Menjadi MS Word

Januari 1, 2011

Banyak cara untuk mengubah file PDF menjadi file Microsoft Word. File extention yang paling banyak dan paling umum yang digunakan untuk sebuah website adalah file PDF. Termasuk file Silabus RPP KTSP SD, SMP, SMA yang paling banyak dicari dalam website syadiashare ini.
Dalam sebuah website atau situs untuk membuat sebuah dokumen apapun yang paling mudah ialah menggunakan file PDF, namun seringkali PDF pengguna atau pen download ketika sudah mengunduh file tersebut kesulitan untuk mengeditnya.
Jika anda mencari silabus rpp dalam website ini, kebanyakan file berbentuk PDF, kecuali untuk tingkatan SMA semua file sudah menjadi Microsoft Word.
Ada banyak cara untuk merubah PDF menjadi Ms Word, namun akan saya berikan 3 cara saja yang menurut saya paling mudah ialah melalui Microsft Word itu sendiri atau menggunakan software PDF to Word Converter ( pengubah file PDF menjadi Ms Word ).
Menggunakan Microsoft Office 2007 ( Microsoft Word 2007 )

  • Untuk mengubah menjadi MS. Word meggunakan Microsoft Office 2007 (MS. Word 2007) dengan cara ‘ import file ‘ , langkahnya pertama yaitu pilih menu ” file ” yang terletak pada bar bagian atas lalu sorot mouse kebawah pilih menu ” import ” tinggal pilih saja file mana yang akan di jadikan file Word, edit file tersebur lalu di save as.

Mengunakan Software PDF to Word Converter ( Software pengubah PDF menjadi Word )

  • Software ini berfungsi sebagai ‘ converter ‘ atau peng convert sebuah file, banyak file yang bisa di convert menjadi file apapun yang kita inginkan, namun yang di butuhkan sekarang ialah pengubah PDF to Word, saya tidak memberikan software ini secara utuh, namun memberikan arahan untuk anda supaya men download  software tersebut. Karena software ini untuk dijual / jika saya berikan maka tindakan saya adalah ilegal dan menyalahi aturan TOS dari Google. Anda bisa men download file tersebut yang bersifat TRIAL / Uji Coba sebelum membeli namun memiliki fungsi yang sama. Download software tersebut disini.

Menggunakan Converter Secara Online tanpa Software

  • Anda bisa menggunakan converter ini secara online dan gratis dan anda harus memasukkan email anda, 4 langkah untuk meng convert : 1- Upload file yang di convert 2- Pilih format file hasil convert an, pilih saja ‘doc’ 3- Masukkan email anda 4- klik ‘ convert ‘.
  • Hasil convertan tersebut bisa anda lihat melalui e-mail anda, jika anda regristrasi di situs tersebut, Anda tidak perlu bolak – balik cek email.
  • Untuk memilih cara ini silahkan klik disini

Jika masih bingung dengan semua yang di atas silahkan bertanya pada kolom komentar.
Semoga bermanfaat.

Iklan

Sekolah Dasar Standar Nasional

Januari 1, 2011
A. Latar Belakang
Pelaksanaan otonomi pendidikan menuntut perubahan dalam sistem supervisi yang bukan saja mengemban fungsi pengawasan tetapi juga fungsi pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerint Daerah dan Peraturan Pemeritah Nomor 25 tentang Kewenangan Pusat dan Daerah, telah mendorong perubahan besar pada sistem pengelolaan pendidikan di Indonesia. Pendidikan diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah daerah, sementara pemerintah pusat sebatas menyusun acuan dan standar yang bersifat nasional.
Terkait dengan standar yang bersifat nasional , Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 35 ayat (1) menyebutkan bahwa Standar Nasional Pendidikan digunakan sebagai acuan dalam pengembangan pendidikan yang meliputi kurikulum, proses, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan dan pembiayaan pendidikan. Dilanjutkan pada ayat (2) menyebutkan standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana-prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan.
Dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), dan adanya pemetaan sekolah menjadi sekolah kategori standar dan sekolah kategori mandiri, maka setiap sekolah masih tergolong kategori standar diharuskan untuk memenuhi ke delapan aspek standar yang telah ditentukan dalam SNP tersebut untuk menjadi sekolah standar nasional (SSN). Untuk memudahkan bagi sekolah maupun masyarakat pada umumnya dalam memahami bagaimana wujud sekolah yang telah memenuhi SNP diperlukan contoh nyata, berupa keberadaan Sekolah Standar Nasional.
Dalam kerangka itu, Direktorat Pembinaan Taman kanak kanak dan Sekolah dasar melakukan pengembangan sekolah dasar menjadi sekolah standar nasional, dan disebut Sekolah Dasar Standar Nasional (SD-SN). Dengan adanya SD-SN, diharapkan dapat menjadi wujud nyata SD yang dimaksudkan dalam SNP dan menjadi acuan atau rujukan bagi sekolah dasar lain dalam pengembangan sekolah sesuai standar nasional. Sekolah lain yang sejenis, yang berada pada daerah yang sama, diharapkan dapat terpacu untuk memperbaiki dan mengembangkan diri dalam menciptakan iklim psiko-sosial sekolah untuk menjamin terselenggaranya proses pendidikan yang bermakna, menyenangkan sekaligus berprestasi dalam berbagai bidang sesuai dengan potensi yang dimiliki.
B. Landasan Hukum
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah.
3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom
4. Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025
6. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)
7. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Kepmendiknas Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 yang telah diperbaiki dengan Peraturan Menteri Pendidikn Nasional nomor 6 tahun 2007
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
13. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 tentang Standar Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan (telah tertera di nomor 4 )
14. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan.
15. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian
16. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana.
17. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 47 Tahun 2007 tentang Standar Proses.
C. TUJUAN
Buku Petunjuk pelaksanaan ini disusun dengan tujuan, sebagai berikut:
1. Membantu berbagai pihak untuk memahami pengertian Sekolah Dasar Standar Nasional (SD-SN).
2. Memandu jajaran birokrasi atau instansi pada tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, dalam memilih dan menentukan sekolah dasar yang saat ini telah ada untuk menjadi Sekolah Dasar Standar Nasional (SD-SN).
3. Memandu sekolah yang terpilih sebagai rintisan SD-SN, agar mampu meningkatkan diri menjadi SD-SN mandiri dan contoh bagi sekolah di sekitarnya.
4. Memandu jajaran birokrasi atau instansi pada tingkat pusat,provinsi, kabupaten/kota, dalam membina sekolah dasar standar nasional (SD-SN), agar mampu berkembang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam SNP.
5. Sebagai alat evaluasi sekolah penyelenggara SD-SN
D. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam mengukur keberhasilan program. Untuk program SD-SN, secara umum indikator keberhasilan secara komprehensif ditetapkan sebagai berikut.
1. Memiliki dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) secara lengkap.
2. Memiliki perangkat pembelajaran yang lengkap, dari silabus sampai dengan RPP untuk kelas I samapai kelas VI semua mata pelajaran.
3. Menerapkan pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan) untuk kelas I s/d VI semua mata pelajaran.
4. Rata-rata gain score (kenaikan nilai) minimal 0,5 dari tahun 1 sampai tahun 3 untuk semua mata pelajaran
5. Rata-rata pencapaian ketuntasan kompetensi minimal 75 %
6. Kondisi guru 50 % minimal berpendidikan S-1
7. Penguasaan kompetensi guru melalui uji sertifikasi.
8. Rasio jumlah rombel dan jumlah kelas 1 : 1 (tidak boleh double shift)
9. Jumlah siswa per rombel maksimal 28 untuk semua kelas
10. Prasarana yang dimiliki perpustakaan, ruang UKS, ruang ibadah, ruang laboratorium IPA, ruang kepala sekolah, ruang guru, gudang, kamar mandi/WC (sesuai dengan Standar Sarana Prasarana)
11. Memiliki telpon dan akses internet ( diusulkan dihapus)
12. Sudah melaksanakan secara konsisten aspek-aspek dalam manajemen berbasis sekolah (otonomi/kemandirian, keterbukaan, kerjasama, akuntabilitas dan sustainabilitas)
13. Memiliki perangkat media pembelajaran
14. Sudah melaksanakan sistem penilaian yang komprehensif dengan teknik penilaian yang bervariasi (sesuai Permendiknas No. 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian).

Gugus VIII Bekasi Timur Juara I Tk. Provinsi

Desember 31, 2010

Gugus VIII Bekasi Timur Juara I Tingkat Propinsi cr39/RADAR BEKASI

BANGGA : (kiri ke kanan) kepsek SDN Aren Jaya XI Yeni Nurdiati E.N, Kepsek Aren Jaya IV Yeti Rohayati, Kepsek Aren Jaya XV Sulastri.

BEKASI TIMUR – Gugus VIII Bekasi Timur Kota Bekasi berhasil raih juara I dalam Lomba Gugus Sekolah tingkat Provinsi Jawa Barat, yang diselenggarakan Direktorat Pembinaan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar Departemen Pendidikan Nasional. Kepala Sekolah Aren Jaya XI Yeni Nurdiati Elmi Nurdin mengatakan, haru dan bersyukur atas terpilihnya Gugus VIII Bektim ke Tingkat Nasional. Sebab keberhasilan ini tidak terlepas dari peran serta dan dukungan Disdik Tarakan, guru, siswa dan komite sekolah. “Kami haru dan bersyukur atas keberhasilan ini. Sebab di lomba ini merupakan jerih payah bersama KKG, SD Inti dan lima sekolah imbas yang berperan,” ucap Yeni di ruang kerjanya, belum lama ini. Yeni menceritakan ia merasa terkejut saat dipilih Disdik untuk menjadi perwakilan dari gugus delapan yang harus mengikuti serangkain ujian dalam perlombaan gugus sekolah tersebut. “Seharusnya yang pergi itu Ketua Gugus tapi karena berhalangan jadi saya yang menggantikan,” katanya. Gugus VIII berhasil menyisihkan 5 Gugus Sekolah terbaik tingkat Jawa Barat, dari ratusan Gugus Sekolah tingkat provinsi. Gugus VIII juga akan bersaing dengan peserta dari 32 provisi lainnya di Indonesia. Berkaitan dengan lomba ini, rencananya tim penilai dari Direktorat Pembinaan TK dan SD – Depdiknas April mendatang akan berkunjung ke Gugus VIII untuk memberikan penilaian. Gugus VIII Bekasi Timur terdiri dari Kelompok Kerja Guru (KKG) yang diketuai oleh Daos dari SDN Aren Jaya XI, SD Inti yaitu SDN Aren Jaya XVIII, serta lima SD Imbas yaitu SDN Aren Jaya X, Aren Jaya XI, Aren Jaya XIV, Aren Jaya XV, serta SD Setia. Adapun aspek penilaian dalam lomba yakni, administrasi sekolah, isi, proses, sarana dan prasarana sekolah, SKL, tenaga pendidik dan kependidikan, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan, manajemen gugus (ilmu manajemen dan manajemen berbasis sekolah), KBM (kegiatan belajar mengajar), serta partisipasi masyarakat (Komite Sekolah).(cr39)

Sumber: http://www.radar-bekasi.com

 

MI KHADIJAH JUARA LOMBA GUGUS 2010 TINGKAT NASIONAL (GUGUS 2)

MI Khadijah Malang yang tergabung dalam Gugus 2 Kec.Klojen Kota Malang berhasil mewakili Provinsi Jawa Timur (Jatim) ke Tingkat Nasional dalam Final Lomba Gugus Sekolah Dasar (SD) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar Departemen Pendidikan Nasional.
Dan yang paling menggembirakan adalah keluar sebagai PEMENANG 1 LOMBA GUGUS 2010 TINGKAT NASIONAL . Kami semua MI Khadijah bersama SDN Kauman 1 (inti), SDN Kauman 2, SD Taman Harapan, SD Muhammadiyah 1, dan SDN Kauman 3, telah bersaing dengan peserta dari 32 provisi lainnya di Indonesia.

Yang dinilai dalam Lomba Gugus SD/MI ini adalah seluruh aspek yang tercakup dalam lingkungan sekolah, antara lain adalah administrasi sekolah, isi, proses, sarana dan prasarana sekolah, SKL, tenaga pendidik dan kependidikan, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan, manajemen gugus (ilmu manajemen dan manajemen berbasis sekolah), KBM (kegiatan belajar mengajar), serta partisipasi masyarakat (Komite Sekolah).
Kami semua mengucapkan terimakasih tak terhingga berkat  peran serta dan dukungan  guru, siswa, dan Majelis Madrasah sehingga dapat menuai keberhasilan ini. Dan tentunya prestasi ini akan makin membuat MI Khadijah terus dan terus mengembangkan apa yang telah dicapainya.
Sumber: http://dwicy.blogspot.com

 


Guru, Kunci Sukses Pendidikan Dasar

Desember 31, 2010

JAKARTA, KOMPAS.com – Kesuksesan pendidikan dasar bukan sekadar menghadirkan anak-anak usia wajib belajar secara fisik di sekolah. Tantangan terberat justru memastikan anak-anak usia wajib belajar ini mendapatkan layanan pendidikan bermutu yang membuat mereka mampu mencapai tujuan belajar, menyelesaikan sekolah, dan memiliki kemampuan menghadapi masa depan.

“Untuk mencapai pendidikan dasar berkualitas di suatu negara, guru punya peran penting. Kita butuh guru yang terlatih baik dan memiliki motivasi tinggi,” kata Hubert Gijzen, Direktur Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) Perwakilan Kantor Jakarta dalam pembukaan program pelatihan guru internasional E-9 (sembilan negara berpenduduk terbanyak di dunia) di Jakarta, Senin (20/9/2010).

Pelatihan diikuti 320 guru didari empat negara E-9 yakni Indonesia, Mesir, Bangladesh, dan Meksiko. Adapun China, India, Pakistan, Brazil, dan Nigeria tidak mengirimkan perwakilan.

Gijzen menambahkan kebijakan pemerintah Indonesia yang mereformasi guru merupakan langkah yang tepat. Fokus pada peningkatan mutu dan profesionalisme guru dapat mendorong tercapainya pendidikan untuk semua, termasuk di daerah-darah yang terpecnil dan kelompok yang termarginalkan.

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh menambahkan para guru dari negara E-9 yang memiliki masalah dan tantangan pendidikan yang sama tersebut bisa saling belajar untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi diri.


Saatnya Sekolah Punya Situs

Desember 24, 2010

Sekolah-sekolah yang berfikir ke depan, yang memiliki misi ingin selalu maju, pastinya info adalah makanan yang harus selalu ada. Semakin banyak informasi yang didapat maka semakin mudah keberhasilan itu kita capai. Sebenarnya dengan dana BOS dan SBB yang dimiliki, memberikan kesempatan besar bagi sekolah terutama kepala sekolah untuk menata diri demi kemajuan sekolahnya. Mulai dari kemajuan yang bersifat fisik , non fisik maupun akademis nonakademis, mulai dari kemajuan siswa sampai kemajuan pendidik dan tenaga kependidikan yang merupakan sumber utama keberhasilan kemajuan pendidikan di sekolah tersebut.

Jika Anda amati, berbagai sekolah sekarang sudah memiliki fasilitas komputer. Bahkan di antara mereka sudah ada yang terkoneksi ke internet. Bukan hanya di kota, sekolah yang letaknya di desa di mana tidak ada kabel telepon, mereka  bisa memfasilitasi diri dengan koneksi internet. Model modem yang mirip flashdisk, kecil dan ringan mempermudah kegiatan ini. Selain itu, operator seluler semakin memberi kemudahan dengan harga yang murah.

Suatu kebanggaan tersendiri jika sekolah kita bisa diketahui oleh setiap orang di dunia. Kita bisa memperkenalkan hal sekecil apapun tentang sekolah. Mulai dari prestasi, tenaga pendidik, kurikulum unggulan , berbagi info dengan sekolah lain, bahkan bisa digunakan sebagai ajang kreatifitas guru dan siswa untuk mengikuti lomba menulis yang sering ada di dunia maya. Bagi sekolah yang jumlah peserta didiknya banyak, untuk membeli domain (alamat situs berbayar) mungkin bukan hal yang berat. Tapi seperti sekolah saya, yang jumlah peserta didiknya sedikit, dan dana yang kami gunakan untuk operasional sekolah hanya dari BOS dan SBB pasti sulit untuk membeli situs yang berdomain. Dengan kondisi ini maka saya hanya bisa membuat webblog untuk sekolah. Jika pembaca ingin berkunjung silahkan saja ke alamat http://sdnmargahayu18.wordpress.com

Dalam tulisan ini saya ingin berbagi ilmu tentang pembuatan situs gratis untuk sekolah Anda. Maksud dari situs itu adalah kita bisa membuat webblog untuk sekolah kita. Webblog merupakan fasilitas gratis yang ada di internet. Caranya sangat mudah, Anda tinggal membuat alamat e-mail dan mendaftarkan diri ke alamat webblog. Berikut ini adalah langkah-langkah sederhana membuat webblog.

Sekarang kita membuat webblog dari wordpress yang semuanya GRATIIIIS, saya pakai wordpress karena insya Allah lebih mudah dan fasilitasnya lebih OK daripada yang lain.

Syarat : harus sudah punya email baik dari Mail.com, Yahoo.com, Google.com maupun e-mail berbayar lainnya , seperti bchre_e@yahoo.com , sdnmargahayu18@yahoo.co.id, atau yang lainnya.

Langkah-langkah :

  1. Ketik alamat pada browser : www.wordpress.com
  2. Setelah masuk ke halaman Klik Sign Up Now.
  3. Isi setiap pertanyaan pada kolom masing-masing, Setelah diisi komplit klik Next, maka akan muncul halaman konfirmasi.
  4. Klik Sign up, maka akan muncul pemberitahuan dari wordpress untuk aktifasi e-mail.
  5. Ketik alamat pada browser : www.yahoo.com
  6. Masuklah ke alamat email yang anda tuliskan pada langkah ke-3
  7. Buka email yang telah kita buat sebelumnya dari Mail.com, cek email masuk, maka akan ada email dari wordpress, klik http://signup.wordpress.com/activate untuk aktifasi di WordPress.com.
  8. Setalah itu kita bisa melihat pemberitahuan dari wordpress bahwa user name yang nanti akan digunakan adalah misal : pkg8 dan passwordnya : ********. Lihat di bawahnya Klik View Your Site untuk melihat weblog atau klik Sign In untuk masuk kehalaman posting (halaman untuk menulis).
  9. Webblognya da jadi deh …. Gampang kan !!

 

Jika langkah-langkah di atas masih mengalami kesulitan, anda bisa mendownloud modul cara membuat e-mail dan weblog berikut. mambuat email dan webblog

Khusus bagi Bapak /Ibu guru yang berdomisili di kota Bekasi dan ingin belajar bersama, saya siap datang ke sekolah Anda untuk belajar bersama dengan Bapak /Ibu guru yang lain.

Lewat Dunia Maya Mari Berbagi dan Berkreasi Menjadi Lebih Cerdas. Kami tunggu info dari Anda!


Gedung KKG Gugus VIII

November 8, 2010